Saham Alibaba Group Holding Limited mencatat performa impresif dalam perdagangan di bursa Hong Kong dengan lonjakan mencapai 12,2 persen. Peningkatan ini menjadi capaian harian tertinggi perusahaan sejak September tahun lalu, yang mencerminkan kembalinya minat investor terhadap sektor teknologi di China.
Reli harga saham ini terjadi di tengah dinamika pasar regional yang lebih luas, di mana perusahaan-perusahaan teknologi China mulai mengejar ketertinggalan kinerja dibandingkan raksasa teknologi dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan. Optimisme pasar semakin diperkuat dengan kenaikan 10 persen pada American Depositary Receipts (ADR) Alibaba dalam sesi perdagangan pra-pasar.
Meskipun mencatatkan reli positif, Alibaba saat ini tetap berada dalam pengawasan ketat. Sejumlah firma hukum, termasuk Pomerantz LLP dan Rosen Law Firm, dilaporkan tengah melakukan penyelidikan terkait tuduhan penipuan sekuritas dan pemberian informasi bisnis yang menyesatkan kepada publik. Tuduhan ini berakar dari laporan media internasional mengenai dugaan akses ilegal terhadap model kecerdasan buatan Claude milik Anthropic.
Di sisi lain, perusahaan juga tengah berupaya memperkuat ekosistem teknologi mereka melalui pendanaan strategis. Alibaba, bersama Tribe Capital, memimpin putaran pendanaan senilai 6,5 juta dolar AS untuk AIsa, sebuah platform agen transaksi digital, guna mendukung pengembangan infrastruktur dan tim teknis perusahaan.