Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan menguat 1,92 persen ke posisi 6.037,84 pada penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan positif ini dipicu oleh respon pasar terhadap keputusan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook stabil.
Analis dari MNC Sekuritas menilai bahwa pengumuman tersebut menjadi katalis utama dalam memulihkan kepercayaan investor. Stabilitas fundamental ekonomi Indonesia yang diakui oleh S&P dinilai mampu menjaga premi risiko tetap rendah, sekaligus memberikan kepastian bagi pasar Surat Utang Negara (SUN) serta mendorong arus modal asing kembali ke pasar obligasi domestik.
Senada dengan hal tersebut, Phintraco Sekuritas menyebut bahwa pelaku pasar sebelumnya sempat menunjukkan kekhawatiran terkait potensi penurunan peringkat. Keputusan S&P yang menegaskan prospek stabil secara langsung meredam spekulasi tersebut, meski di sisi lain, nilai tukar Rupiah di pasar spot masih mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,24 persen di level Rp 18.109 per dolar AS.
Secara teknis, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terlihat cukup dinamis dengan total volume mencapai 26,30 miliar saham dan nilai transaksi menyentuh Rp 12,13 triliun. Sebanyak 377 saham tercatat mengalami penguatan, sementara indeks LQ45 turut terdongkrak naik 2,23 persen ke level 602.372.
S&P Global Ratings dalam laporannya menjelaskan bahwa meskipun terdapat tantangan, indikator fiskal dan eksternal Indonesia diproyeksikan membaik seiring dengan penguatan harga komoditas serta upaya optimalisasi penerimaan negara. Optimisme ini menjadi dasar kuat bagi investor untuk kembali mengambil posisi beli di tengah sentimen makroekonomi yang terjaga.