Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal secara ketat, khususnya pada tahap eksekusi belanja negara. Hal ini disampaikan Kepala Negara saat membacakan pidato kenegaraan terkait Rencana Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti inefisiensi pengadaan barang yang selama ini dilakukan secara sektoral oleh masing-masing instansi. Melalui pemanfaatan katalog elektronik dan perencanaan berbasis data, pemerintah memproyeksikan efisiensi belanja dapat mencapai 25,43 persen pada tahun 2026. Optimalisasi pengadaan satu pintu ini diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp360 triliun, yang setara dengan 20 miliar dolar AS.
Di sektor kesehatan, pemerintah mencanangkan transformasi besar mulai tahun 2027 dengan merenovasi sekitar 10.000 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), khususnya di wilayah terluar dan tertinggal. Selain membenahi infrastruktur puskesmas dan laboratorium kesehatan, pemerintah juga memperkuat kapasitas ratusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk penanganan penyakit kritis serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah.
Sementara itu pada sektor pendidikan, program rehabilitasi sekolah rusak ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2029 dengan akselerasi pengerjaan pada periode 2027–2028. Bersamaan dengan peningkatan fasilitas teknologi pembelajaran di ruang kelas, Presiden menegaskan kembali komitmen negara untuk menjamin akses pendidikan gratis di seluruh sekolah negeri bagi anak-anak Indonesia.