Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan kesiapan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panunggangan Barat. Rumah sakit ini ditargetkan melakukan uji coba operasional (soft launching) pada rentang September hingga Oktober 2026 mendatang.

Langkah penting telah dicapai setelah RSUD Panunggangan Barat resmi mengantongi Surat Izin Operasional (SIO) lengkap dengan kode fasilitas pelayanan kesehatan per 29 Juni 2026. Dengan kelengkapan administratif ini, rumah sakit plat merah tersebut kini dinyatakan layak secara hukum untuk memulai tahapan operasionalnya.

Direktur RSUD Panunggangan Barat, dr. Rizki Adiarti, menjelaskan bahwa pasca-penerimaan SIO, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan registrasi kode fasilitas pelayanan kesehatan ke Kementerian Kesehatan. Pada tahap awal operasional, layanan yang akan dibuka terlebih dahulu adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga selama 24 jam penuh.

Meskipun izin telah terbit, Pemkot Tangerang tetap berfokus menyelesaikan berbagai persiapan teknis demi menjamin kualitas pelayanan bagi masyarakat. Upaya penyempurnaan sarana dan prasarana terus dilakukan, mulai dari pengadaan alat medis hingga standarisasi layanan agar sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan.

Hingga akhir tahun ini, koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait terus berjalan guna merampungkan infrastruktur penunjang. Fokus pengerjaan meliputi optimalisasi ruang rawat inap, ruang operasi, laboratorium, farmasi, serta penyediaan fasilitas krusial seperti akses air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Targetnya, RSUD ini dapat beroperasi penuh melayani warga, khususnya di wilayah Tangerang bagian barat, pada pertengahan tahun depan.