Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tengah melakukan penelusuran internal terkait dugaan komentar tidak santun yang dilayangkan oleh salah satu oknum pegawainya di media sosial. Komentar bernada hinaan tersebut ditujukan kepada seorang pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan lambatnya pelayanan ruang rawat inap.
Kegaduhan ini bermula dari unggahan seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads. Yurizal mengeluhkan waktu tunggu hingga delapan jam sebelum akhirnya mendapatkan kamar perawatan. Unggahan tersebut kemudian direspons secara kasar oleh akun berinisial NZ, yang diduga memiliki keterkaitan kerja dengan RSUD dr Soekardjo.
Wakil Direktur RSUD dr Soekardjo, Titie Purwaningsari, menegaskan bahwa pemilik akun NZ dipastikan bukan berprofesi sebagai dokter di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Saat ini, tim kepegawaian serta sumber daya manusia (SDM) sedang memeriksa apakah pemilik akun terdaftar sebagai staf administrasi atau tenaga penunjang lainnya.
Pihak manajemen menyatakan siap mengambil tindakan tegas sesuai dengan regulasi kepegawaian yang berlaku jika terbukti yang bersangkutan merupakan staf mereka. Langkah ini akan diawali dengan klarifikasi dan pembinaan internal guna menjaga etika pelayanan publik serta profesionalisme dalam menggunakan media sosial.
Sementara itu, pasien yang bersangkutan dilaporkan telah meninggal dunia sepekan setelah mengunggah keluhannya tersebut di rumah sakit lain di luar wilayah Tasikmalaya. Pihak berwenang menegaskan belum ada bukti medis yang mengaitkan kematian pasien dengan durasi waktu tunggu pelayanan yang sempat viral tersebut.