Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit menegaskan komitmennya untuk mengelola alokasi anggaran kesehatan secara proporsional dan terarah. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh sektor penting, mulai dari mutu pelayanan, penyediaan fasilitas medis, hingga pemenuhan tenaga kesehatan, dapat berkembang secara selaras tanpa mendominasi satu sama lain.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, menjelaskan bahwa penyusunan alokasi belanja daerah harus senantiasa berpijak pada skala prioritas dan kapasitas keuangan daerah. Menurutnya, pemanfaatan anggaran idealnya mampu membagi porsi secara seimbang antara peningkatan kapasitas operasional, akselerasi infrastruktur, dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satu poin vital yang menjadi fokus prioritas saat ini adalah pemenuhan alat kesehatan (alkes). Pengadaan alkes modern dinilai sangat mendesak untuk mengejar dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), tidak hanya untuk lingkungan RSUD dr Murjani saja, melainkan juga menunjang keandalan layanan medis di tingkat puskesmas.
Selain fasilitas fisik dan peralatan medis, anggaran kesehatan daerah dirancang untuk memperkuat keberlanjutan tenaga medis, termasuk mengakomodasi kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Seluruh pembiayaan tersebut dihimpun dari berbagai sumber pendapatan yang sah, seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, hingga APBD murni.