Digitalisasi pendidikan mulai merambah sekolah dasar di kawasan pesisir Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kendati demikian, langkah maju ini masih dihadapkan pada kendala klasik berupa keterbatasan akses internet dan pasokan listrik yang belum stabil.
Fakta tersebut mengemuka dari hasil riset awal yang dilakukan oleh tim akademisi Program Studi Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung (UBB) di Desa Deniang. Penelitian lapangan ini menyasar tiga institusi pendidikan dasar setempat, yakni SD Negeri 6, SD Negeri 7, dan SD Negeri 8 Deniang untuk memetakan kondisi riil pembelajaran berbasis teknologi.
Di bawah kepemimpinan Sofa Priyandayani Nasution, M.A., dengan anggota tim Dr. Srimaharani Tanjung, M.Hum., studi ini menyoroti peluang sekaligus tantangan penerapan teknologi digital untuk pengajaran Bahasa Inggris bermetode pembelajaran kontekstual (contextual learning). Riset ilmiah ini berjalan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Peneliti Muda UBB.
Sofa Priyandayani menjelaskan bahwa observasi langsung di ruang kelas sangat krusial demi memetakan realitas adopsi teknologi secara presisi. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi pijakan kuat bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas hambatan konkret yang dihadapi oleh para guru dan murid di wilayah pesisir tersebut.