Memanfaatkan momentum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk menyelami dunia bisnis sejak dini. Kehadiran stan organisasi ini dirancang untuk menjaring minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan.
LIKM menawarkan program pembinaan intensif yang dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Program ini memfasilitasi mahasiswa yang ingin berbisnis namun belum memiliki ide matang, dengan menyediakan bimbingan langsung (mentoring) dari para alumni yang telah berpengalaman di dunia industri.
Pengurus UKM LIKM, Muhammad Mufid Muafii, menegaskan bahwa keanggotaan terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk mereka yang baru memiliki ketertarikan tanpa latar belakang bisnis sebelumnya. Program pembelajaran di LIKM menitikberatkan pada keseimbangan antara pemahaman teori dan implementasi praktis di lapangan secara gratis bagi anggota aktif.
Selain mentoring, anggota juga dibekali dengan kemampuan riset pasar. Perwakilan Departemen Ekonomi Kreatif LIKM, M. Fajar Nirwan Putra, menekankan pentingnya pemetaan target pasar sebelum meluncurkan produk agar kegiatan usaha dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, bukan sekadar fokus pada branding semata.
Kehadiran LIKM dalam ajang PBAK ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mandiri secara ekonomi selama masa perkuliahan. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran anggota baru dapat diakses melalui akun Instagram resmi mereka di @ukmlikm_official.