Menjalani hari-hari pasca kepergian orang terkasih bukanlah perkara mudah bagi Richa Novisha. Meski menyatakan kondisi kesehatan fisik dirinya dan kedua anaknya dalam keadaan baik, Richa mengakui bahwa proses pemulihan batin merupakan tantangan yang sangat berat dan panjang untuk dilalui.

Salah satu hambatan emosional yang kerap ia hadapi adalah reaksi trauma saat mendengar suara sirine ambulans di jalan raya. Baginya, bunyi tersebut menjadi pemicu ingatan (trigger) yang membawanya kembali pada rangkaian peristiwa duka saat sang suami, Gary Iskak, tutup usia akibat kecelakaan motor tunggal pada 29 November 2025 silam.

"Suara itu membawa saya kembali ke momen di rumah sakit, saat membawa jenazah ke masjid untuk disalatkan, hingga perjalanan terakhir menuju peristirahatan terakhir. Karena rute keseharian saya sering melewati lokasi rumah sakit maupun titik lokasi kejadian, mau tidak mau saya harus terus berhadapan dengan kenangan itu," ungkap Richa saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Menyadari tanggung jawabnya sebagai ibu, Richa memilih untuk bersikap tegar di hadapan buah hatinya. Ia berupaya keras menyembunyikan kerapuhan emosionalnya demi menjaga stabilitas mental anak-anaknya. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa di balik ketegarannya saat berada di keramaian atau bersama keluarga, ia masih harus berjuang sendirian untuk berdamai dengan kenyataan pahit tersebut.