Tren penggunaan kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia kini memasuki babak baru. Pergeseran perilaku konsumen terlihat jelas, di mana efisiensi biaya operasional menjadi pertimbangan utama di samping kenyamanan dan kapasitas angkut yang selama ini mendominasi preferensi pasar.

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang melonjak hingga lebih dari 32 persen dalam periode tertentu telah mendorong masyarakat untuk beralih ke solusi mobilitas yang lebih hemat. Fenomena ini sangat memengaruhi segmen kendaraan Multi-Purpose Vehicle (MPV), yang menyumbang lebih dari 30 persen total penjualan otomotif nasional sebagai tulang punggung mobilitas keluarga dan kegiatan usaha.

Menjawab tantangan tersebut, PT BYD Motor Indonesia resmi menghadirkan BYD M6 dengan teknologi Dual Mode (DM). Inovasi ini dirancang dengan pendekatan berorientasi pada tenaga listrik (EV-oriented) untuk memberikan pengalaman berkendara yang responsif, halus, dan senyap, namun tetap fleksibel untuk perjalanan antarkota tanpa khawatir mengenai keterbatasan jarak tempuh.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa teknologi ini merupakan solusi strategis bagi pengguna yang menginginkan optimalisasi biaya harian tanpa mengorbankan fungsionalitas. Pendekatan ini memungkinkan pemilik kendaraan mendapatkan efisiensi maksimal layaknya mobil listrik murni, namun dengan kenyamanan operasional yang lebih luas.

Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, respons masyarakat terhadap teknologi ini cukup signifikan, dengan tercatat lebih dari 20.000 peminat. BYD M6 kini dipasarkan dalam lima varian dengan rentang harga Rp 298 juta hingga Rp 390 juta, menjadikannya pilihan kompetitif bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke mobilitas ramah lingkungan yang lebih ekonomis.