Pengumuman didepaknya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari konstituen MSCI Global Standard Indexes mendapat respons langsung dari manajemen perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa keputusan dari Morgan Stanley Capital International tersebut murni bersifat teknis dan tidak mencerminkan kinerja fundamental perseroan yang saat ini justru tengah menunjukkan tren positif.

Head of Corporate Affairs GOTO, Audrey Petriny, mengakui bahwa keputusan eksklusi tersebut menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi para pemegang saham. Hal ini sejalan dengan dinamika pergerakan harga saham GOTO di lantai bursa yang sempat menyentuh level Rp50 per lembar. Kendati demikian, perusahaan berkomitmen untuk tetap fokus pada pengelolaan bisnis demi memberikan nilai tambah optimal bagi seluruh pemegang saham.

Di tengah tekanan pasar modal tersebut, emiten teknologi raksasa dalam negeri ini justru mencatatkan kinerja operasional yang solid. GOTO berhasil membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut pada tahun 2026. Sepanjang kuartal II-2026 saja, perseroan sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp252 miliar yang ditopang oleh pendapatan bersih senilai Rp5,7 triliun.

Manajemen GOTO pun optimistis target kinerja keuangan sepanjang tahun ini akan tercapai sesuai proyeksi. Perseroan tetap membidik perolehan EBITDA Grup yang disesuaikan berada di kisaran target Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun hingga akhir tahun buku 2026, sekaligus memperkuat komitmen pertumbuhan yang berkelanjutan.