PT Info Media Digital atau Tempo Digital secara resmi mengumumkan inisiatif strategis per 1 Juli 2026 melalui peluncuran lini bisnis penyediaan konten dan data jurnalistik bagi perusahaan serta platform kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran pola konsumsi informasi publik yang kini didominasi oleh mesin pencari berbasis AI dan chatbot generatif.
Direktur Transformasi Digital Tempo Media Group, Wahyu Dhyatmika, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan menghambat kemajuan teknologi, melainkan menciptakan ekosistem informasi yang adil. Melalui sistem ini, perusahaan AI diwajibkan mengakses data secara legal dan transparan melalui jalur resmi yang telah disiapkan, menggantikan praktik pengambilan konten secara sepihak yang selama ini dinilai merugikan hak ekonomi industri media.
Sejak tahun 2025, Tempo mencatat penurunan trafik situs hingga 33,5 persen, yang secara langsung berdampak pada pendapatan iklan programatik. Fenomena ini memicu ketimpangan ekonomi di mana platform AI mendapatkan keuntungan komersial dari konten jurnalistik tanpa adanya mekanisme kompensasi bagi pemilik konten. Untuk mengatasi hal tersebut, Tempo kini menerapkan pemblokiran bertahap terhadap bot pencari atau crawler yang beroperasi tanpa izin.
Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek percontohan yang dijalankan bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan didukung oleh International Fund for Public Interest Media (IFPIM). Selain Tempo, beberapa media lain seperti Hukumonline dan Republika turut terlibat dalam penyediaan data untuk pengembangan Sovereign AI, termasuk integrasi dengan platform Sahabat.AI.
Lebih jauh, Tempo mendesak adanya penguatan regulasi di Indonesia, terutama melalui revisi Undang-Undang Hak Cipta. Harapannya, pemerintah dapat menjamin perlindungan terhadap konten jurnalistik yang digunakan untuk kebutuhan pelatihan model AI, sehingga inovasi teknologi tetap selaras dengan upaya penguatan demokrasi dan keberagaman informasi di tanah air.