Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, menegaskan komitmennya untuk mengawal peningkatan kesejahteraan guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan perbaikan layanan kesehatan masyarakat. Hal tersebut mengemuka secara kuat dalam jaring aspirasi (reses) Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar di Kantor DPC PKB Kota Probolinggo, Jalan Mastrip, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Salah satu poin krusial yang disuarakan warga adalah tuntutan kenaikan honorarium bagi para pendidik keagamaan. Ahmad Taufik, perwakilan pengurus TPQ Raudlatul Islamiyah Kelurahan Wonoasih, menyampaikan harapan agar pemerintah daerah mengevaluasi insentif bulanan guru TPQ yang saat ini hanya sebesar Rp250.000, agar dinaikkan menjadi Rp500.000 guna menunjang kelayakan hidup mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, Abdul Mujib menjelaskan bahwa DPRD sebelumnya telah membahas usulan kenaikan insentif hingga Rp400.000 per bulan di tingkat komisi. Kendati demikian, legislator PKB ini berjanji akan terus mengawal pembahasan anggaran agar nominal tersebut bisa dioptimalkan hingga Rp500.000 demi menghadirkan rasa keadilan bagi para guru TPQ.

Selain masalah insentif, sektor kesehatan turut menjadi sorotan tajam dalam pertemuan tersebut. Mujib menggarisbawahi adanya indikasi penurunan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa anggaran kesehatan merupakan kebutuhan dasar mutlak yang harus dijaga keberlangsungannya, bahkan ditingkatkan jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.

Pertemuan ini juga menampung berbagai masukan terkait penataan lingkungan pemukiman yang bersih dan aman, serta pentingnya penguatan ketahanan sosial masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Menurut Mujib, sinergi antara kebijakan pemerintah dengan peran moral para kiai serta lembaga pesantren menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan sosial di Kota Probolinggo.