Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM mengambil langkah nyata dalam mendukung dekarbonisasi perkotaan. Melalui kolaborasi dengan PT Algaepark Indonesia Mandiri, tim akademisi UGM menguji sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) pada alat penyerap karbon dioksida dan pemurni udara berbasis fotobioreaktor mikroalga di kawasan industri Bekasi, Jawa Barat.

Pengujian yang dilakukan di Plant Semen Merah Putih ini dipimpin oleh dosen DTETI UGM, Ir. Ridwan Wicaksono, Ph.D., selaku ahli IoT, bersama tiga mahasiswa lintas program studi. Sistem pemantauan yang dirancang mampu menampilkan data krusial secara digital dan real-time melalui dashboard terintegrasi. Beberapa parameter yang dipantau meliputi konsentrasi karbon dioksida (CO₂), tingkat kekeruhan air (turbidity), derajat keasaman (pH), suhu, dissolved oxygen (DO), hingga konversi kemampuan serap setara pohon (tree equivalent).

Pemilihan lokasi di Bekasi dinilai sangat strategis sekaligus menantang karena wilayah ini memiliki tingkat aktivitas industri dan mobilitas transportasi yang padat. Teknologi fotobioreaktor mikroalga ini diproyeksikan menjadi solusi alternatif yang efisien untuk memproduksi oksigen di area perkotaan yang minim ruang terbuka hijau (RTH). Keunggulan sistem ini terletak pada pemanfaatan lahan yang fleksibel namun tetap optimal dalam melakukan fotosintesis.

Kerja sama ini juga membuka peluang riset lanjutan antara pihak kampus dan industri, terutama dalam optimalisasi pasokan nutrisi alga serta otomatisasi kontrol kualitas air. Dengan integrasi teknologi digital dan biologi, inovasi ini diharapkan dapat diimplementasikan secara luas guna menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan berbasis data presisi.