Kebutuhan akan perangkat telekomunikasi dengan daya tahan baterai tinggi semakin meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat modern. Pada tahun 2026, teknologi baterai berkapasitas monster seperti 7.000 mAh tidak lagi menjadi monopoli ponsel kelas premium atau flagship. Kini, sejumlah produsen mulai menyematkan kapasitas daya jumbo ini pada lini ponsel kelas menengah hingga kelas anggaran (entry-level) dengan kisaran harga yang sangat kompetitif, yakni sekitar Rp2 jutaan.

Ponsel dengan kapasitas daya sebesar ini menjadi jawaban bagi para pengguna yang memiliki intensitas penggunaan tinggi, seperti untuk kebutuhan bermain game, menonton tayangan streaming, bekerja, hingga aktivitas multitasking. Keberadaan baterai 7.000 mAh meminimalisasi ketergantungan pengguna pada pengisi daya (charger) atau power bank saat beraktivitas di luar ruangan. Tidak hanya unggul dari segi daya, jajaran ponsel ini umumnya juga telah dibekali fitur pendukung modern seperti pengisian daya cepat (fast charging), layar dengan laju penyegaran tinggi, RAM berkapasitas besar, hingga konektivitas 5G.

Salah satu kandidat kuat di segmen ini adalah itel Power 80. Menargetkan pasar yang sensitif terhadap harga, ponsel ini menawarkan kombinasi baterai 7.000 mAh dan teknologi pengisian cepat 18W dengan harga berkisar di angka Rp2,3 jutaan. Dapur pacunya ditenagai oleh chipset Unisoc T7250 yang dipadukan dengan konfigurasi RAM 4 GB serta memori internal sebesar 128 GB. Spesifikasi tersebut dinilai cukup mumpuni untuk mengakomodasi kebutuhan harian seperti media sosial, berselancar di internet, hingga bermain game ringan.

Selain itel, pabrikan global lainnya seperti Motorola juga turut meramaikan kompetisi pasar baterai jumbo ini melalui seri Motorola Moto G06 Power. Hadirnya berbagai pilihan ponsel pintar berdaya besar di kelas harga terjangkau ini memberikan opsi menarik bagi konsumen yang mendambakan perangkat andal tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.