Pemerintah Vietnam saat ini tengah menggodok rancangan revisi Undang-Undang Investasi guna menyederhanakan regulasi di sektor riil. Langkah reformasi ini ditandai dengan rencana pemangkasan daftar sektor investasi dan bisnis bersyarat hingga minimal 30 persen. Draf regulasi baru ini dijadwalkan mulai berlaku secara efektif pada 1 September 2026 mendatang.

Salah satu poin krusial dalam amendemen ini adalah pelarangan penjualan gas dinitrogen oksida (N₂O) atau "gas tertawa" untuk konsumsi manusia melalui inhalasi, di luar kebutuhan medis. Menteri Keuangan Ngo Van Tuan menjelaskan bahwa meskipun pengawasan terhadap peredaran gas ini telah diperketat, penyalahgunaannya di tengah masyarakat masih marak dan berdampak langsung pada kesehatan publik, sehingga diperlukan tindakan hukum yang lebih tegas.

Berdasarkan draf usulan, pemerintah akan menghapus 56 sektor usaha bersyarat dan menyesuaikan cakupan regulasi pada 14 sektor investasi lainnya. Ketua Komite Ekonomi dan Keuangan Majelis Nasional, Phan Van Mai, mengingatkan agar pemangkasan ini dilakukan secara substantif. Peninjauan menyeluruh diperlukan agar penghapusan syarat formal tidak memicu munculnya aturan teknis terselubung yang kembali menyulitkan pelaku usaha.

Di sisi lain, Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man menekankan pentingnya transisi ke sistem pengawasan berbasis digital pasca-inspeksi. Dengan teknologi digital, pemerintah diharapkan tetap dapat mengendalikan risiko publik tanpa harus membebani dunia usaha dengan birokrasi yang berbelit-belit.

Komite Tetap Majelis Nasional telah sepakat untuk membawa rancangan undang-undang ini ke Sidang Luar Biasa guna pembahasan lebih lanjut. Langkah penataan ulang regulasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan berinvestasi, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat luas.