Pemerintah Italia memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pengurangan cukai bahan bakar diesel hingga 5 September mendatang. Langkah strategis ini diambil guna melindungi daya beli rumah tangga serta menjaga stabilitas operasional dunia usaha di tengah tekanan lonjakan harga energi yang belum mereda.
Kebijakan perpanjangan insentif ini diperkirakan akan mengurangi pendapatan negara sebesar 130 juta euro. Pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni tercatat telah berulang kali memperpanjang pemotongan pajak bahan bakar ini sejak mencuatnya ketegangan geopolitik global pada awal tahun, yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Saat ini, skema keringanan pajak tersebut memberikan potongan sekitar 17 sen euro per liter khusus untuk bahan bakar diesel.
Tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar kian dirasakan oleh konsumen dan pelaku industri, terutama sektor logistik dan pertanian yang sangat bergantung pada diesel. Beban biaya energi yang tinggi ini juga menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Meloni menjelang pemilihan parlemen tahun depan. Pihak oposisi menuding pemerintah lamban dalam mengatasi krisis biaya hidup, sementara asosiasi usaha memperingatkan bahwa tingginya harga BBM dapat menggerus daya saing industri nasional.
Menanggapi situasi ini, pihak kantor Perdana Menteri mengisyaratkan adanya perubahan strategi di masa mendatang. Pemerintah berencana mengalihkan fokus bantuan dari pemotongan pajak secara umum menjadi bantuan sosial yang lebih terarah bagi rumah tangga berpenghasilan rendah setelah masa berlaku kebijakan saat ini berakhir.
Sementara itu, Konfederasi Usaha Kerajinan serta Usaha Kecil dan Menengah Italia (CNA) memproyeksikan total beban tambahan akibat lonjakan harga energi ini mencapai hampir 12 miliar euro. CNA mencatat adanya pengeluaran ekstra untuk bahan bakar, listrik, dan gas sebesar 11,6 miliar euro selama periode Maret hingga Agustus dibandingkan dengan kondisi sebelum krisis. Lebih dari separuh dari pembengkakan biaya tersebut disumbang oleh sektor transportasi, dengan estimasi kenaikan biaya bensin dan diesel mencapai 5,8 miliar euro.