Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Jawa Timur bersama Yayasan Demasindo menggelar pelatihan bisnis dan keuangan syariah bagi 80 remaja masjid se-Jawa Timur di Surabaya. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya merangkul generasi milenial dan Gen-Z agar lebih aktif memakmurkan masjid melalui kegiatan yang produktif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua PW DMI Jawa Timur, Dr. KHM Sudjak MAg, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar pengurus takmir saat ini adalah menarik minat anak muda untuk datang ke masjid. Menurutnya, masjid tidak boleh lagi hanya membatasi kegiatannya pada ibadah ritual atau kajian keagamaan rutin saja, melainkan harus membuka ruang kreativitas yang luas bagi pemuda.

Sudjak mencontohkan inovasi yang telah diterapkan di Masjid Al-Akbar Surabaya, yang berhasil menarik minat anak muda melalui program Majelis Subuh GenZI dengan menghadirkan penceramah populer di media sosial. Selain itu, penyediaan fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer juga terbukti efektif menyinergikan kegiatan olahraga dan dakwah secara menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta yang tergabung dalam Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI Jatim juga diajak untuk menyukseskan tiga program unggulan organisasi. Program tersebut meliputi Masjid Award untuk kategori ramah pemuda, Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), serta pendampingan sertifikasi produk halal bagi UMKM melalui Halal Center.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. H. Moch Khoirul Anwar, pengusaha Dr. Ir. Hj. Dewi Masyithoh, serta perwakilan Divisi Talenta Digital Santri Setya Ardianta MM, yang membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan digital dan manajemen keuangan berbasis syariah.