Dampak Siklon Tropis Senyar yang mengganggu akses layanan medis di Kabupaten Aceh Tamiang memicu langkah cepat dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh. Lembaga filantropi ini resmi menggulirkan Program Recovery Kebencanaan di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, sebagai upaya memulihkan fasilitas kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita.
Program pendampingan intensif ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026, yang diawali dengan sosialisasi pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan perdana tersebut melibatkan puluhan pemangku kepentingan setempat, mulai dari perwakilan Puskesmas, aparatur desa, bidan desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat untuk menyusun peta jalan pemulihan yang kolaboratif.
Pemulihan pascabencana ini mencakup tiga pilar utama: optimalisasi Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), penguatan Pos Sehat Penyakit Tidak Menular (PTM), serta rehabilitasi fasilitas Pondok Bersalin Desa (Polindes). Melalui pilar-pilar tersebut, warga akan mendapatkan edukasi gizi, skrining kesehatan rutin untuk penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, serta pemantauan intensif tumbuh kembang anak.
Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh, Reza Angreini, menekankan pentingnya proses asesmen awal agar program tepat sasaran. Menurutnya, pemetaan masalah kesehatan di tingkat desa sangat krusial agar intervensi yang dirancang bersama pemerintah desa dan bidan setempat dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat secara efektif.
Senada dengan hal itu, Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitator di lapangan bukan untuk mengambil alih tugas tenaga medis yang ada. Sebaliknya, fasilitator berperan sebagai motor penggerak kolaborasi yang menyatukan seluruh elemen desa agar mampu membangun ketangguhan kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan di masa depan.