PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) optimistis menatap tahun buku 2026 dengan membidik pertumbuhan pendapatan di atas 5 persen. Emiten transportasi laut ini menargetkan total pendapatan bersih mampu menyentuh angka USD 4,75 juta, seiring dengan membaiknya iklim bisnis di sektor energi dan distribusi logistik nasional.
Optimisme perseroan didorong oleh proyeksi peningkatan aktivitas di industri minyak dan gas bumi (migas), sektor pertambangan, serta kelancaran distribusi logistik domestik. Manajemen TAMU menilai, prospek industri pelayaran nasional masih sangat menjanjikan berkat kemunculan berbagai proyek tender baru serta peningkatan kegiatan eksplorasi migas hulu.
Selain membidik pendapatan yang lebih tinggi, TAMU juga menetapkan target kinerja profitabilitas yang cukup agresif. Perusahaan memproyeksikan laba usaha sebesar USD 1,94 juta dan laba tahun berjalan sebesar USD 1,18 juta pada akhir tahun 2026 mendatang.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pos neraca keuangan perusahaan juga ditargetkan berada pada posisi yang solid. TAMU memproyeksikan total aset mencapai USD 32,22 juta, liabilitas sebesar USD 13,24 juta, ekuitas senilai USD 16,94 juta, dengan menjaga rasio utang terhadap modal (gearing ratio) pada level 69,76 persen.