Pemerintah Venezuela secara resmi melayangkan permohonan kepada Kerajaan Inggris untuk melepaskan aset negara berupa 30 ton emas yang saat ini masih tersimpan dan dibekukan di Bank of England. Langkah ini diambil sebagai respons mendesak atas krisis kemanusiaan pasca-gempa bumi dahsyat yang melanda wilayah tersebut pada akhir Juni lalu.
Presiden Venezuela, Rodriguez, menyatakan bahwa permohonan tersebut telah disampaikan langsung melalui surat kepada Raja Charles. Ia menegaskan bahwa aset tersebut merupakan hak rakyat Venezuela yang sangat krusial untuk membiayai operasi pemulihan nasional, membangun kembali pemukiman warga yang hancur, serta memulihkan layanan publik yang lumpuh akibat bencana.
Negara tersebut baru saja diguncang oleh fenomena "gempa kembar" dengan kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi dalam selang waktu singkat. Musibah yang tercatat sebagai salah satu bencana seismik terburuk di Amerika Latin ini telah merenggut nyawa sedikitnya 3.800 orang dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.
Selain upaya diplomatik dengan Inggris, pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk membuka akses terhadap aset-aset Venezuela yang tertahan di luar negeri agar dapat segera dialokasikan bagi kesejahteraan masyarakat yang terdampak gempa.