Grup musik asal Kutai Kartanegara, Petala, kembali menorehkan jejak kreatifnya dengan meluncurkan album kedua bertajuk 'Puratanabhumi'. Prosesi peluncuran karya tersebut berlangsung khidmat di Taman Musik, Kecamatan Tenggarong, pada Jumat malam (10/7/2026).

Nama album yang berarti 'Suara dari Tanah Tua' ini merupakan bentuk dedikasi personel band terhadap kekayaan tradisi lokal Kutai Kartanegara. Founder Petala, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa 'Petala' sendiri diambil dari bahasa Melayu kuno yang bermakna tujuh tingkatan nada, sebuah identitas yang kini dikelola secara lebih profesional oleh grup tersebut sejak Agustus tahun lalu.

Melalui album ini, Petala berupaya memotret kehidupan masyarakat Kukar yang majemuk melalui 12 komposisi lagu. Berbagai narasi seperti ritual Bepelas, tradisi Erau, hingga dinamika sosial masyarakat dirangkum dengan pendekatan aransemen modern tanpa meninggalkan akar identitas lokal yang autentik.

Fauzi menegaskan bahwa meski karya ini lahir dari rahim budaya Kutai, ia berharap musik Petala mampu menembus batasan geografis. Mereka berkeinginan agar eksotisme budaya lokal dapat diterima oleh pendengar yang lebih luas, membuktikan bahwa kearifan tradisional tetap memiliki relevansi tinggi di tengah arus musik kontemporer saat ini.