PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), salah satu pilar usaha di bawah naungan Grup Sinar Mas, kini tengah agresif memperluas peta bisnisnya ke sektor infrastruktur digital. Langkah strategis ini dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara global. DSSA kini fokus mengintegrasikan energi terbarukan, pusat data berskala raksasa (hyperscale), konektivitas digital, hingga pengembangan ekosistem AI terpadu guna menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
Presiden Direktur DSSA, Lay Krisnan Cahya, mengungkapkan bahwa percepatan transformasi digital dan tingginya penetrasi internet saat ini menuntut penyediaan infrastruktur digital yang lebih terintegrasi. Menurutnya, daya saing korporasi masa kini tidak lagi bertumpu pada layanan tunggal, melainkan kemampuan dalam menghadirkan ekosistem digital secara menyeluruh. Investasi strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sekaligus mendukung transisi energi rendah karbon di tanah air.
Dalam pilar konektivitas, langkah diversifikasi ini ditandai dengan aksi korporasi berupa merger antara PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi entitas baru bernama PT Ekamas Mora Republik (MoraRepublic). Perusahaan baru ini kini mengelola jaringan kabel serat optik sepanjang lebih dari 166 ribu kilometer yang menjangkau sekitar 12,7 juta rumah (homepass), serta melayani jutaan pelanggan ritel dan korporasi.
Di sektor pusat data, DSSA melalui anak usahanya PT SMPlus Digital Investama (SM+) mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung komputasi AI. Proyek pusat data SMX01 di Jakarta yang berkapasitas lebih dari 18 megawatt dengan standar Tier IV ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026. Selain itu, SM+ juga tengah menyiapkan 25 edge data center guna mendukung kebutuhan komputasi dengan latensi rendah untuk berbagai sektor bisnis.
Ekosistem teknologi DSSA semakin lengkap melalui kolaborasi strategis dengan raksasa teknologi asal Cina, iFLYTEK. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan bernama PT Brilian Teknologi Sejahtera, yang difokuskan pada pengembangan inovasi machine learning serta solusi berbasis kecerdasan buatan untuk berbagai sektor industri di Indonesia.