Batam menjadi tuan rumah bagi ratusan ahli bedah saraf dari seluruh penjuru tanah air dalam ajang Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-30 Perhimpunan Ahli Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI). Acara bergengsi bertema "Neurosurgery Excellence in Care" yang berlangsung di Swiss-Belhotel Batam ini dibuka langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dengan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni.

Forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan merumuskan strategi pengembangan layanan bedah saraf di Indonesia. Selain dihadiri oleh jajaran organisasi kedokteran spesialis, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran teknologi medis mutakhir yang mendukung tindakan operatif saraf modern.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti urgensi penyediaan layanan bedah saraf yang setara di setiap daerah. Langkah ini dinilai krusial demi menekan tingginya angka kematian serta risiko kecacatan permanen akibat penyakit katastropik, terutama stroke dan tumor otak yang prevalensinya kian mengkhawatirkan.

Menkes memaparkan bahwa kementerian tengah fokus pada pemenuhan serta distribusi dokter spesialis bedah saraf secara merata ke seluruh kabupaten, kota, hingga provinsi. Upaya akselerasi ini tidak hanya menyasar kuantitas sumber daya manusia, melainkan juga dukungan infrastruktur medis seperti penyediaan mikroskop bedah canggih di rumah sakit daerah.

Pembukaan acara tahunan ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Ketua Kolegium Bedah Saraf Indonesia Asra Al Fauzi, Ketua Umum PP PERSPEBSI Krisna Murti, serta jajaran pimpinan daerah Provinsi Kepri dan Kota Batam. Pertemuan ilmiah ini diharapkan melahirkan kolaborasi nyata dalam mendongkrak standar pelayanan kesehatan saraf nasional.