Sebagai wujud nyata komitmen dalam mencetak wirausahawan baru, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar program pemberdayaan dan literasi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Inisiatif yang diusung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli ini bertujuan membekali para pekerja migran agar mampu mandiri secara ekonomi setelah kembali ke Tanah Air.
Kegiatan pelatihan perdana ini berlangsung di Heelung District Fishermen’s Association, Keelung City, Taiwan. Sebanyak 50 pekerja migran dari berbagai wilayah di Indonesia antusias mengikuti program yang dirancang secara komprehensif ini untuk mempersiapkan masa pensiun mereka dari dunia kerja luar negeri.
Dalam program ini, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan praktis. Materi yang diajarkan meliputi pembentukan pola pikir kewirausahaan, validasi ide bisnis, tata kelola keuangan keluarga, manajemen remitansi, hingga penyusunan rencana bisnis. Tidak hanya itu, mereka juga dibimbing dalam hal manajemen produksi, pemasaran digital, personal branding, serta mendapatkan pendampingan berkala agar rencana usaha mereka dapat terwujud secara berkelanjutan.
Manfaat langsung dari kegiatan ini dirasakan oleh Sevi Astinih, seorang PMI asal Indramayu, Jawa Barat. Ia mengaku mendapat banyak perspektif baru mengenai pentingnya menyisihkan pendapatan untuk modal usaha ketimbang sekadar konsumsi. Sevi optimistis pelatihan ini dapat membantunya menghidupkan kembali impian memiliki usaha mandiri yang sempat tertunda di Indonesia.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar dana remitansi yang dikirimkan oleh para PMI tidak habis untuk kebutuhan konsumtif semata, melainkan dapat diakumulasikan sebagai modal usaha produktif. BRI juga mengenalkan berbagai fasilitas pendukung seperti tabungan, layanan remitansi yang aman, hingga akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk modal usaha nantinya.
Melalui pembekalan bisnis yang terukur ini, BRI berharap para pekerja migran tidak hanya sukses secara finansial selama bekerja di luar negeri, tetapi juga siap bertransformasi menjadi pelaku UMKM tangguh. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong roda perekonomian di daerah asal mereka masing-masing.