Persaingan antara dua miliarder dunia, Elon Musk dan Jeff Bezos, kini memasuki babak baru yang lebih kompetitif. Perusahaan mereka, SpaceX dan Amazon, tidak lagi hanya fokus pada sektor inti masing-masing, melainkan mulai berbenturan dalam memperebutkan dominasi infrastruktur teknologi generasi mendatang, mulai dari jaringan internet satelit hingga komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).
Perjalanan Amazon menjadi bukti nyata bagaimana sebuah perusahaan rintisan dapat menjelma menjadi raksasa dunia. Sejak melantai di bursa saham pada tahun 1997 dengan nilai valuasi awal sebesar 438 juta dolar AS (sekitar Rp7,9 triliun), Amazon berhasil bangkit dari krisis dot-com hingga kini memiliki valuasi pasar yang fantastis mencapai 2,6 triliun dolar AS atau setara dengan Rp47.086 triliun.
Di sisi lain, langkah SpaceX masuk ke pasar publik mengingatkan para investor pada masa-masa awal pertumbuhan Amazon. Meski sempat mencatatkan kerugian operasional sebesar 4,9 miilar dolar AS (sekitar Rp88,7 triliun), valuasi SpaceX melonjak ke angka 2 triliun dolar AS setelah penawaran saham perdana pada pertengahan 2026. Namun, lonjakan valuasi ini memicu skeptisisme di kalangan analis keuangan yang menilai nilai pasar SpaceX saat ini terlalu tinggi dibandingkan dengan pendapatan riilnya.
Benturan bisnis kedua korporasi ini paling terlihat pada sektor konektivitas satelit dan teknologi komputasi. SpaceX saat ini memimpin pasar internet satelit global lewat Starlink yang memiliki lebih dari 9.600 satelit aktif dan menghasilkan pendapatan operasional yang signifikan. Sementara itu, Amazon berupaya mengejar ketertinggalan melalui proyek konstelasi satelit LEO miliknya dan rencana akuisisi strategis terhadap Globalstar.
Kendati demikian, Amazon masih memegang kendali penuh di sektor komputasi awan melalui anak usahanya, Amazon Web Services (AWS), yang mencetak keuntungan masif. Sebaliknya, unit pengembangan AI milik SpaceX masih mencatatkan kerugian operasional yang cukup besar. Perbedaan fundamental ini membuat para pengamat menilai bahwa valuasi tinggi SpaceX sangat bergantung pada kepercayaan pasar terhadap visi jangka panjang Elon Musk, yang menargetkan pendapatan perusahaan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun 2030.