Peran media siber di Indonesia kini dituntut untuk berkembang lebih jauh melampaui fungsi konvensionalnya sebagai penyampai informasi. Media digital, khususnya yang berada di bawah naungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), kini didorong aktif sebagai katalisator yang menghubungkan potensi ekonomi perdesaan dengan akses permodalan, pasar yang lebih luas, serta adopsi teknologi.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Dialog Nasional yang diselenggarakan setelah prosesi pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) News Room Jaga Desa SMSI untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Acara strategis ini berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8).

Akademisi sekaligus pakar, Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, Ph.D, menekankan bahwa media lokal harus jeli melihat peluang di daerahnya. Dengan memanfaatkan jaringan informasi yang kuat, media siber diharapkan mampu memetakan potensi desa secara konkret sehingga menarik minat investor serta membantu mempercepat digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa.