Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya deteksi dini penyebaran HIV/AIDS sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun, otoritas kesehatan setempat telah menetapkan target pemeriksaan bagi 16.839 individu yang masuk dalam kelompok sasaran skrining.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa realisasi program tersebut hingga Mei 2026 baru mencapai 6.144 orang atau setara dengan 36 persen dari target tahunan. Pihaknya kini tengah mengoptimalkan strategi penjangkauan untuk memastikan sisa target dapat terpenuhi tepat waktu.
Metode deteksi yang diterapkan tidak lagi hanya mengandalkan kunjungan sukarela ke fasilitas kesehatan. Dinkes Batam kini lebih proaktif melalui pemeriksaan rutin sebelum tindakan operasi medis serta mengerahkan unit layanan bergerak (mobile screening) langsung ke titik-titik yang teridentifikasi sebagai kawasan rawan atau hotspot.
Kendati demikian, Didi mengakui adanya hambatan signifikan di lapangan, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat dari kelompok populasi kunci untuk memeriksakan kesehatan mereka. Selain itu, mobilitas tinggi kelompok berisiko serta akses yang terbatas di beberapa lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis dalam melakukan pemetaan dan penjangkauan.
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Batam telah menyediakan infrastruktur pendukung yang komprehensif. Saat ini, tersedia 32 layanan Care Support Treatment (CST) dan 36 fasilitas Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersebar di puskesmas, rumah sakit, hingga klinik di lembaga pemasyarakatan. Selain itu, tersedia layanan pencegahan seperti Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi kelompok berisiko tinggi guna menekan angka penularan lebih lanjut.