Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam menggelar program pelatihan intensif guna meningkatkan kapasitas diplomasi budaya bagi para pemimpin, manajer, serta aparatur sipil negara (ASN) di sektor tersebut. Langkah strategis ini diambil untuk membekali para pembuat kebijakan dengan pemahaman mendalam terkait regulasi dan arah kebijakan diplomasi budaya di tengah arus integrasi global yang kian dinamis.
Dalam pembukaan pelatihan, Wakil Direktur Institut Kebudayaan, Seni, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam, Dr. Mai Thi Thuy Huong, menegaskan bahwa kebudayaan memegang peranan krusial dalam memperkuat identitas nasional di panggung dunia. Menurutnya, diplomasi budaya tidak hanya sekadar mempromosikan warisan lokal, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkenalkan produk budaya domestik ke pasar global serta menyerap nilai-nilai positif dari peradaban dunia secara selektif.
Selama pelatihan, para peserta diajak mendalami berbagai isu strategis. Fokus pembahasan meliputi implementasi strategi kebudayaan luar negeri, Konvensi UNESCO 2005 tentang perlindungan keragaman ekspresi budaya, pengembangan industri kreatif, hingga pemanfaatan Konvensi UNESCO 2003 mengenai warisan budaya takbenda. Selain itu, dibahas pula formulasi model integrasi antara pelestarian warisan budaya dan sektor pariwisata guna mendongkrak hubungan internasional.
Mantan Direktur Departemen Kerja Sama Internasional, Dr. Nguyen Van Tinh, yang hadir sebagai pemateri, memaparkan visi diplomasi budaya Vietnam hingga tahun 2030. Ia menjelaskan bahwa diplomasi budaya merupakan akumulasi dari interaksi dan kolaborasi lintas bangsa yang bertujuan menampilkan representasi terbaik dari karakter nasional. Upaya ini diharapkan mampu menyokong pilar diplomasi lainnya, seperti politik dan ekonomi, demi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan budaya dalam hubungan luar negeri merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, di mana pemerintah bertindak sebagai fasilitator utama dalam merumuskan kebijakan dan menyebarkan citra positif negara. Dengan penguatan kapasitas para praktisi di lapangan, Vietnam optimistis dapat mentransformasikan kekayaan budayanya menjadi kekuatan endogen yang mampu meningkatkan posisi tawar negara di kancah internasional.