Delegasi pemerintah bersama jajaran pelaku usaha asal Taiwan dan India menggelar pertemuan bilateral strategis di Bengaluru, India, guna membahas integrasi rantai pasok semikonduktor serta optimalisasi iklim investasi. Pertemuan bertajuk "Taiwan-India CEO Roundtable" dan "Taiwan-India Industrial Collaboration Summit" yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026) ini menandai langkah baru kolaborasi ekonomi kedua kawasan.

Dalam forum tersebut, pihak India menunjukkan optimisme tinggi terhadap perluasan kerja sama di sektor teknologi tinggi. Di sisi lain, para pelaku industri Taiwan menekankan pentingnya kepastian hukum serta stabilitas kebijakan dari pemerintah India sebagai syarat utama kenyamanan berinvestasi.

Presiden Kamar Dagang Taiwan di India, Fred Chen, menyarankan agar korporasi Taiwan menerapkan strategi ekspansi bertahap dengan memulai dari sektor perdagangan umum terlebih dahulu demi memahami regulasi lokal. Ia juga mendesak otoritas India untuk memangkas birokrasi, mempermudah pengurusan visa, serta membenahi infrastruktur jalan guna menekan risiko operasional di lapangan.

Merespons aspirasi tersebut, Sekretaris Departemen Kebijakan Industri dan Promosi Investasi Madhya Pradesh, John Kingsly, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi investor asing melalui layanan perizinan satu pintu. Menurutnya, kombinasi keunggulan manufaktur presisi Taiwan dan melimpahnya tenaga kerja ahli teknologi informasi di India akan menjadi kekuatan besar di pasar global.

Ketua Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA), James Huang, menambahkan bahwa hubungan ekonomi kedua belah pihak kini telah bertransformasi dari sekadar transaksi dagang menjadi kemitraan rantai pasok yang strategis. Taiwan menyatakan siap mendampingi dan mendukung ambisi India dalam membangun ekosistem cip domestik secara bertahap.