Pemerintah Kota Pariaman resmi meluncurkan program Kampung Sanitasi, Bina Lingkungan (BILINK) dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), serta Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur pada Jumat (28/8/2026) ini ditandai dengan pemukulan instrumen musik tradisional gendang tambua secara bersama-sama oleh jajaran pejabat daerah.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memberikan apresiasi mendalam atas terlaksananya inisiatif ini. Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan dan lingkungan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, jajaran legislatif, tenaga kesehatan, hingga akademisi demi hasil yang optimal.

Yota juga menegaskan bahwa gerakan ramah lingkungan ini selaras dengan visi misi daerah untuk membentuk masyarakat yang berakhlak mulia. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab moral warga tidak hanya terbatas pada hubungan antarmanusia, melainkan juga tercermin dari cara mereka memperlakukan lingkungan sekitar, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan air.

Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting yang terus menunjukkan tren positif. Prevalensi stunting di Kota Pariaman tercatat turun signifikan dari 20,3 persen pada 2021 menjadi 15,7 persen pada 2024. Pencapaian ini berhasil menempatkan Pariaman sebagai salah satu daerah dengan kinerja penurunan stunting terbaik di Sumatra Barat, berada jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 24,2 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, menambahkan bahwa kualitas kesehatan publik sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan, mulai dari akses air bersih hingga manajemen pembuangan sampah. Kampanye ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua HAKLI Kota Pariaman, Syaiful Indra, menjelaskan bahwa program ini mengusung slogan "AYOK GAS" (Ayo Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan fokus pencapaian lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Guna menyukseskan program ini, pihak penyelenggara turut menghadirkan pakar kesehatan lingkungan dari tingkat provinsi serta praktisi bank sampah untuk membina warga setempat.