Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country dalam pameran teknologi industri INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, mulai membuahkan hasil konkret. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini tengah menjajaki kemitraan strategis dengan Pemerintah Wilayah Kirov, salah satu pusat manufaktur terkemuka di Rusia, guna memperluas jaringan industri nasional di kancah internasional.

Penjajakan tersebut dibahas secara mendalam dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan Ketua Pemerintahan Wilayah Kirov, Mikhail Anatolyevich Sandalov. Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi landasan hukum bagi kolaborasi yang lebih erat.

Kerja sama bilateral ini dirancang untuk mencakup berbagai sektor vital, termasuk perdagangan bahan baku industri, produk kimia, serta komponen manufaktur. Selain perdagangan fisik, fokus utama dari kemitraan ini adalah mendorong investasi asing, percepatan alih teknologi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor industri Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa kekuatan manufaktur yang dimiliki Wilayah Kirov menjadikannya mitra ideal bagi Indonesia. Hubungan yang lebih intensif ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan volume perdagangan, melainkan juga menaikkan kelas industri nasional melalui transfer keahlian dan teknologi modern.

Guna merealisasikan kesepahaman tersebut, kedua pihak berencana memfasilitasi berbagai forum bisnis, seminar, dan konsultasi interaktif yang mempertemukan para pelaku usaha dari kedua negara. Langkah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Rusia yang lebih luas, sekaligus menjadi pintu masuk ke rantai pasok kawasan Eurasia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menegaskan pentingnya aksi nyata pascapertemuan tersebut. Kemenperin secara aktif mengundang delegasi bisnis dari Kirov untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di INNOPROM 2026 serta melakukan kunjungan kerja langsung ke tanah air guna merealisasikan potensi investasi yang konkret.