Penyakit ginjal kronis (PGK) masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia, dengan estimasi penderita mencapai 33,4 juta orang dan angka kematian melebihi 42.000 kasus setiap tahunnya. Menyadari urgensi tersebut, Siloam Hospitals Asri menggelar The 6th Symposium on Urology, Nephrology, and Transplantation Services di Jakarta guna mendorong transformasi layanan kesehatan uro-nefrologi yang lebih modern dan terintegrasi secara nasional.
CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengungkapkan bahwa peningkatan kebutuhan penanganan penyakit ginjal harus diimbangi dengan penguatan kompetensi medis secara berkelanjutan. Penerapan diagnosis presisi, bedah robotik, serta kolaborasi multidisiplin terbukti mampu memberikan hasil klinis yang jauh lebih optimal dan meminimalkan ketergantungan pasien lokal untuk berobat ke luar negeri.
Simposium berskala internasional ini menghadirkan 38 pembicara ahli dari dalam dan luar negeri, serta diikuti oleh lebih dari 500 tenaga medis dari seluruh penjuru tanah air. Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menegaskan bahwa forum ilmiah ini berfungsi sebagai jembatan antara perkembangan teori akademis dengan praktik klinis nyata demi mempercepat penyebaran inovasi medis terbaru.
Komitmen Siloam Asri dalam layanan uro-nefrologi telah teruji selama lebih dari satu dekade. Hingga Juni 2026, rumah sakit ini sukses melaksanakan lebih dari 533 tindakan transplantasi ginjal dengan tingkat kelangsungan hidup pasien mencapai 98,1 persen pada tahun pertama. Angka keberhasilan ini melampaui standar baku yang ditetapkan oleh European Renal Association.
Keberhasilan tersebut didukung oleh fasilitas mutakhir, termasuk pemanfaatan teknologi bedah robotik Da Vinci Xi. Siloam Hospitals Asri mencatatkan diri sebagai pionir di Indonesia dan Asia Tenggara yang melakukan prosedur transplantasi ginjal dan metode Robotic-Assisted Living Donor Nephrectomy (RALDN) dengan bantuan teknologi robotik.
Menurut Dokter Spesialis Urologi dan Konsultan Urologi Transplantasi UI, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), masa depan layanan uro-nefrologi bertumpu pada pelayanan komprehensif. Pendekatan holistik mulai dari deteksi dini, bedah presisi, hingga pengawasan pasca-operasi sangat krusial guna menghindarkan pasien dari risiko kurangnya terapi maupun penanganan medis yang berlebihan.