Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah progresif dalam menangani isu kesehatan mental melalui penyelenggaraan Lokakarya Kesehatan Jiwa di Aula Koperasi Bakti Husada, Lewoleba. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan sistem layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Agenda strategis ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata yang bersinergi dengan Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose. Kerja sama ini kian diperkuat dengan keterlibatan jaringan internasional melalui International Network for Cooperation in Mental Health (INCMH) dari Jerman, yang membawa perspektif global dalam penanganan kesehatan jiwa di tingkat lokal.
Lokakarya ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas para tenaga medis serta memperkuat pemahaman masyarakat dalam merawat dan merehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Melalui pembekalan yang komprehensif, diharapkan penanganan ODGJ di Kabupaten Lembata tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi dengan baik dari tingkat keluarga hingga fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
Selain peningkatan kapasitas teknis, forum ini juga berfungsi sebagai wadah konsolidasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya, praktisi kesehatan, dan mitra internasional diharapkan mampu melahirkan kebijakan serta sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.