Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat merespons dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dengan mengirimkan tim medis darurat terverifikasi organisasi kesehatan dunia (WHO). Sebanyak 22 personel Emergency Medical Team (EMT) telah diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, guna memulihkan serta memperkuat penanganan kesehatan bagi para penyintas di lokasi bencana.

Langkah kemanusiaan ini diinisiasi menyusul koordinasi erat antara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Pihak kementerian secara khusus meminta dukungan tim medis berstandar internasional dari Muhammadiyah guna menyokong pemulihan fasilitas kesehatan masyarakat yang terganggu akibat guncangan gempa bumi di wilayah tersebut.

Tim yang diterjunkan terdiri dari berbagai ahli medis dan nonmedis, termasuk dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis emergensi, perawat, bidan, serta petugas logistik dan keamanan. Mereka dijadwalkan bertugas di wilayah Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, guna memberikan bantuan langsung bagi Puskesmas Dampek yang dilaporkan mengalami kerusakan struktur yang cukup berat.

Di lokasi tugas, EMT Muhammadiyah akan berkolaborasi dengan tenaga medis lokal untuk menyelenggarakan pelayanan poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga fasilitasi rujukan darurat. Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Aulia Taarufi, menegaskan bahwa kehadiran tim ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjamin ketersediaan akses pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan yang krusial bagi warga terdampak selama masa tanggap darurat.