PT Asuransi BRI Life secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Bali International Hospital (BIH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini dirancang untuk memperluas akses layanan medis premium sekaligus memberikan proteksi finansial yang komprehensif bagi para pemegang polis asuransi tersebut.
Penandatanganan kerja sama penting ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi kedua belah pihak. Di antaranya adalah Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Komisaris Utama BRI Life M. Syafri Rozi, serta President Director & CEO Bali International Hospital Dr. Noel Yeo. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang berorientasi penuh pada kenyamanan dan pemulihan pasien.
Melalui kesepakatan ini, nasabah BRI Life akan mendapatkan berbagai kemudahan layanan di BIH. Cakupan kerja sama ini meliputi penyediaan fasilitas medis tanpa tunai (cashless), sistem rujukan yang terintegrasi, manajemen pemanfaatan layanan (utilization management), hingga jaminan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan bagi para pemegang polis.
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, menjelaskan bahwa pemilihan BIH didasari atas lokasinya yang strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Denpasar. Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan utama bagi sekitar 36.719 nasabah BRI Life yang tersebar di wilayah Indonesia Timur, mencakup Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.
BIH sendiri merupakan fasilitas medis kelas dunia yang dilengkapi dengan 255 tempat tidur perawatan, delapan kamar operasi, dan empat laboratorium kateterisasi. Rumah sakit ini juga didukung oleh aliansi medis global seperti Icon Cancer Centre dan Sing Health, memastikan penanganan medis dilakukan oleh tenaga ahli berstandar internasional.
Tren positif kemitraan ini tercermin dari data klaim nasabah BRI Life di BIH yang mencatatkan lonjakan signifikan hingga tahun 2026. Jumlah pengajuan klaim meningkat sekitar 56 persen, sementara nilai nominal klaim tumbuh pesat hingga 344 persen. Lonjakan ini mengindikasikan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap kualitas perawatan medis yang disajikan oleh pihak rumah sakit.