Yogyakarta menjadi pusat perhatian komunitas sains dunia seiring diselenggarakannya International Electronics Symposium (IES) 2026 oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Bertempat di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, simposium internasional ini mengusung tema besar "Cyber-Physical Systems and Society: Bringing Human Behavior and Social Dynamics into the Technological Ecosystem". Agenda tahunan ini bertujuan menjembatani inovasi teknologi canggih agar lebih aplikatif dan menjawab langsung kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Pemilihan Kota Gudeg sebagai lokasi penyelenggaraan tidak lepas dari reputasinya sebagai kota pelajar dengan ekosistem akademik yang kuat serta daya tarik wisatanya bagi para peneliti mancanegara. Forum ini menghadirkan empat pembicara kunci lintas negara, yakni Dr. Fauzan Adziman dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Prof. Naoyuki Kubota dari Tokyo Metropolitan University; Prof. Iwan Syarif dari PENS; serta Prof. Toru Nakanishi dari Hiroshima University. Mereka mengupas tuntas isu strategis mulai dari kecerdasan buatan (AI) untuk keamanan siber hingga teknologi autentikasi terdesentralisasi.

Ketua Umum IES 2026, Adnan Rachmat Anom Besari, Ph.D., menjelaskan bahwa simposium ini dirancang untuk memperluas jangkauan riset PENS ke tingkat dunia guna memecahkan tantangan global seperti krisis energi, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Senada dengan itu, Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, M.Eng., menegaskan komitmen institusinya dalam menyelaraskan pengembangan teknologi dengan dinamika sosial agar inovasi yang dilahirkan tidak hanya berakhir di laboratorium, melainkan tumbuh bersama masyarakat.

Antusiasme tinggi terlihat dari masuknya 526 makalah ilmiah dari 19 negara. Dari jumlah tersebut, panitia menetapkan tingkat kelulusan yang ketat sebesar 37,6 persen, sehingga hanya 198 makalah terbaik yang lolos untuk dipresentasikan baik secara luring maupun daring. IES 2026 juga dimeriahkan oleh sembilan sesi paralel dan tujuh lokakarya internasional yang mencakup berbagai topik hangat, mulai dari sistem pengukuran radiasi nuklir hingga teknologi kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle).

Keberhasilan simposium ini turut didukung oleh kemitraan erat dengan berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom University, serta deretan raksasa industri teknologi seperti Cisco Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Gameloft Indonesia. Sebagai penutup, panitia memberikan apresiasi khusus melalui Best Paper Awards untuk sembilan makalah ilmiah terbaik yang terbagi dalam kategori teknik aplikasi serta komputasi cerdas.