PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) bersama anak usahanya, ITSEC Cyber & AI Academy, resmi menjalin kemitraan strategis dengan BUMN pertahanan PT Len Industri (Persero). Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat fondasi pertahanan siber nasional melalui pengembangan teknologi mutakhir serta pembinaan talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan artifisial (AI).

Sinergi kedua pihak dikukuhkan melalui penandatanganan dua Nota Kesepahaman (MoU) di Bandung pada akhir April lalu. Kesepakatan pertama menitikberatkan pada riset bersama dan penyediaan solusi keamanan siber terintegrasi. Sementara itu, kesepakatan kedua difokuskan pada program edukasi, pelatihan, dan peningkatan kompetensi praktisi siber di tanah air.

Langkah taktis ini diambil guna menjawab tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Mengingat arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya kesiapan menghadapi perang modern non-konvensional, penguasaan teknologi AI dan pertahanan siber menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan demi menjaga kedaulatan informasi nasional.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menjelaskan bahwa perkembangan ancaman digital yang sangat dinamis menuntut kesiapan infrastruktur sekaligus keahlian sumber daya manusia yang mumpuni. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan berkomitmen menggabungkan keahlian riset untuk menciptakan solusi lokal yang relevan bagi kebutuhan industri pertahanan dan publik.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan inovasi proteksi siber berkelanjutan serta mencetak generasi baru ahli siber yang siap bersaing secara global.