Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah hilirisasi industri dan kemandirian energi domestik melalui kolaborasi strategis dengan Amerika Serikat. Upaya ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama riset dan inovasi teknologi gasifikasi batubara kalori rendah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan University of North Dakota.
Langkah diplomasi tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, bersama Duta Besar RI untuk AS, Indroyono Soesilo, dan Senator AS dari North Dakota, Kevin Cramer, di Capitol Hill, Washington DC. Kemitraan ini dirancang untuk membangun kolaborasi konkret di tingkat subnasional yang berdampak langsung pada ketahanan energi serta pangan nasional.
Fokus utama dari kolaborasi riset ini adalah pemanfaatan teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG) yang dikembangkan oleh Energy and Environmental Research Center (EERC) di University of North Dakota. Teknologi ini diproyeksikan mampu mengolah cadangan melimpah batubara berkalori rendah milik Indonesia menjadi bahan baku energi alternatif secara efisien, yang sekaligus berfungsi sebagai substitusi LPG untuk menekan angka impor.
Implementasi teknologi ini nantinya akan didorong melalui sinergi strategis antara Danantara dan perusahaan energi AS, Latitude Energy Inc. Selain sektor energi, kemitraan dengan Negara Bagian North Dakota ini juga membuka peluang ekspansi kerja sama pada sektor pertanian, khususnya impor gandum, demi memperkuat rantai pasok pangan di tanah air.