Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat menginisiasi rangkaian pesta rakyat multi-hari yang memadukan pelestarian olahraga tradisional, pentas seni budaya, hingga siraman rohani sebagai puncak acara.

Kepala Desa Bojongjengkol, Nirwana, menjelaskan bahwa pergelaran ini dirancang bukan sekadar sebagai sarana hiburan bagi warga. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antargenerasi sekaligus menjaga kelestarian kearifan lokal di tengah gempuran era digital.

Rangkaian perayaan dimulai pada Kamis (22/8) dengan memfokuskan kegiatan pada permainan rakyat dan olahraga tradisional yang sarat nilai sejarah. Berbagai perlombaan khas Sunda kembali dihidupkan untuk membangun ketangkasan dan kekompakan tim, mulai dari balap karung, makan kerupuk, lari balok, egrang, tarik tambang, hingga permainan tradisional dogongan (dorong bambu), hadang (galasin), dan panjat pinang.

Memasuki hari kedua pada Jumat (23/8), kemeriahan bergeser ke Lapangan Patra Jaya yang menjadi pusat festival budaya dan kuliner tradisional. Kemeriahan diawali dengan parade budaya yang diiringi oleh atraksi marching band dari SMPN 1 Jampangtengah, dilanjutkan dengan kompetisi menghias tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas berkah kemerdekaan dan hasil bumi yang melimpah.

Rangkaian pesta rakyat ini kemudian ditutup secara khidmat pada malam hari melalui gelaran Tabligh Akbar. Acara keagamaan tersebut menghadirkan ulama terkemuka, K.H. MS Kamaludin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubayidiyyah Cikakak. Sinergi antara aktivitas fisik, ekspresi budaya, dan penguatan spiritual ini menegaskan komitmen Pemdes Bojongjengkol dalam mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera dan religius.