Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tengah mempercepat langkah untuk memasang sistem laser berdaya tinggi serta teknologi pertahanan udara canggih lainnya guna melindungi berbagai fasilitas vital nasional dari potensi ancaman pesawat tanpa awak (drone) yang terus meningkat.
Dalam menyiasati langkah ini, Pentagon segera menandatangani kesepakatan kolaboratif dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Kerja sama lintas sektor ini bertujuan untuk mematangkan mekanisme pelumpuhan drone ilegal di area-area sensitif seperti bandar udara sipil dan instalasi militer penting di seluruh penjuru Amerika Serikat.
Pimpinan gugus tugas antariksa dan pertahanan rudal Pentagon, David Bagnati, menjelaskan bahwa keterlibatan lembaga penerbangan sipil seperti FAA dalam penanganan taktis sistem pesawat nirawak menunjukkan eskalasi keseriusan masalah ini. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga kini telah berjalan selaras demi merespons dinamika keamanan wilayah udara yang kian kompleks.
Langkah integratif ini diambil untuk mengatasi tumpang tindih regulasi yang kerap membatasi wewenang militer dalam mengamankan pangkalan domestik. Urgensi pengamanan ini juga berkaca dari serangkaian insiden global, termasuk penghentian operasional Bandara Leipzig-Halle di Jerman akibat terdeteksinya aktivitas drone misterius yang mengancam keselamatan penerbangan kargo militer.
Selain ancaman eksternal, kurangnya koordinasi internal antarinstansi di AS sebelumnya sempat memicu kekacauan taktis. Salah satunya terjadi di El Paso, saat FAA terpaksa menutup sementara wilayah udara bandara setempat setelah badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) mengaktifkan laser penangkal drone pinjaman militer tanpa koordinasi. Insiden lain mencatat personel militer Pentagon secara tidak sengaja menembak jatuh drone milik CBP di perbatasan Texas-Meksiko menggunakan senjata laser.
Untuk meminimalisasi risiko salah sasaran, otoritas pertahanan kini memperketat otorisasi penggunaan laser berenergi tinggi di zona-zona strategis. Selain teknologi laser, Pentagon juga sedang memfinalisasi izin penggunaan sistem gelombang mikro (microwave) berdaya tinggi yang memberikan opsi pelumpuhan non-destruktif bagi komandan lapangan dalam menetralisasi ancaman udara secara instan.