PT Petrosea Tbk (PTRO), salah satu emiten jasa kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia, resmi merampungkan investasi strategis senilai Rp1,19 triliun pada PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Langkah ini direalisasikan melalui partisipasi aktif perseroan dalam aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang digelar oleh SINI.

Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Michael, mengungkapkan bahwa melalui transaksi penyerapan hak tersebut, porsi kepemilikan saham Petrosea di dalam SINI kini mencapai 19,88 persen. Ia menegaskan optimisme perusahaan terhadap prospek industri emas hitam di tanah air, yang dinilai masih menjadi pilar krusial bagi penyediaan energi dengan harga kompetitif sekaligus penopang stabilitas energi nasional ke depan.

Investasi ini turut memengaruhi peta portofolio entitas tambang di bawah naungan grup. Transaksi ini melibatkan pergeseran kepemilikan PT Cristian Eka Pratama (CEP), sebuah perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) batubara yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Melalui skema pendanaan dari hasil rights issue SINI, CEP yang semula berada langsung dalam portofolio Petrosea kini resmi bertransisi menjadi bagian dari struktur bisnis SINI.

Meski terjadi perubahan struktur kepemilikan, sinergi operasional antara kedua belah pihak dipastikan tetap berjalan solid. Sejumlah entitas seperti CEP, PBP, PBC, dan CBP tetap berstatus sebagai klien aktif yang menggunakan jasa kontraktor pertambangan milik Petrosea, memperkuat posisi perseroan sebagai mitra operasional strategis di sektor hulu energi.