Langkah ekspansi agresif kembali ditunjukkan oleh emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Perusahaan ini secara resmi mengumumkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage yang beroperasi di Singapura dan Malaysia.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengungkapkan bahwa nilai transaksi untuk akuisisi aset ini diperkirakan mencapai 265 juta dolar Singapura atau setara dengan US$ 207 juta. Langkah ini menandai pergeseran strategis TPIA yang kini mulai merambah ke sektor mobilitas, setelah sebelumnya fokus pada bisnis energi, kimia, dan infrastruktur.

Suryandi menjelaskan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang dan membangun ekosistem energi serta transportasi yang saling terintegrasi di kawasan Asia Tenggara. Keberadaan bisnis otomotif Cycle & Carriage—yang mencakup distribusi, dealer, layanan purnajual, leasing, hingga kendaraan komersial—akan bersinergi dengan jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso yang telah dimiliki TPIA di Singapura.

Menanggapi aksi korporasi tersebut, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai langkah diversifikasi ini cukup positif untuk memperkuat pendapatan berulang (recurring income) perusahaan di luar bisnis petrokimia yang fluktuatif. Meski dampaknya terhadap laba bersih dalam jangka pendek masih terbatas, sinergi yang dihasilkan diproyeksikan baru akan terlihat jelas dalam dua hingga tiga tahun ke depan, terutama dengan adanya eksposur pada sektor kendaraan listrik (EV).

Di sisi lain, analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, menyoroti skema pembiayaan akuisisi yang mendapat dukungan dari Bank Mizuho, sehingga tidak menekan arus kas internal perusahaan sepenuhnya. Meski prospek integrasinya menarik, para investor disarankan tetap mencermati efisiensi modal TPIA mengingat perseroan tengah menggarap beberapa proyek skala besar lainnya. Terkait keputusan investasi, saham TPIA saat ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.430 per lembar.