Kopi Darat (Kopdar) Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pekalongan Raya yang berlangsung pada Ahad (12/7/2026) tampil beda. Alih-alih sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul biasa, pertemuan ini disulap menjadi ruang kolaborasi strategis dan pencocokan bisnis (business matching) bagi para pelaku usaha Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Melalui sesi bertajuk Fireside Chat, para wirausahawan lokal berkesempatan memaparkan potensi usaha serta berbagi praktik terbaik (best practices) pengembangan bisnis mereka. Forum ini membuktikan bahwa jaringan usaha warga persyarikatan di Pekalongan Raya kian beragam, mencakup sektor pangan, jasa teknologi, hingga manufaktur dan infrastruktur.

Di bidang pangan dan agribisnis, beberapa unit usaha yang unjuk gigi antara lain produk Susu Kambing Steril garapan Slamet Priyono, produsen roti PT Juara Roti Indonesia yang dikomandoi Ahmad Reza Kurnia Rahman, PT Gembala Satu Karya oleh Taufik Ihsanudin, serta usaha Mekar Sari milik Iskandar. Tidak ketinggalan, ada pula inisiatif pemberdayaan perempuan lewat produk kuliner El Chicken yang dikelola oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan.

Diversifikasi usaha juga terlihat kuat di sektor jasa profesional dan teknologi. Nama-nama seperti Lumiguard (Masayuki Hiroshj), layanan kebersihan Pureclean.id (Filla Sofia Wiwadja Vivaloka), penyedia jasa hukum PT Pranata Jagat Lestari (Ilham Firdaus), agensi kreatif SNA Digital Agency (Fakhrus), hingga Toko Komputer (Biyan Muhammad) turut memaparkan kapasitas layanan mereka untuk membuka peluang kemitraan baru.

Sementara itu, ceruk pasar manufaktur, ritel, dan infrastruktur diisi oleh pelaku usaha potensial seperti Silvermu.id dan Emasmu.co.id milik Achmad Zani, PT MSJ Group Indonesia yang dipimpin Sudiyo, Mebel Muncul Jaya kelolaan Sutantiyo, produsen Playground milik Agus Sihono, serta industri percetakan Ide Bagus Digital Print yang dirintis Abdul Kodir.

Pihak Sekretariat SUMU menegaskan bahwa format Fireside Chat sengaja dipilih untuk menggeser paradigma acara organisasi yang biasanya didominasi oleh pidato seremonial formal. Melalui pendekatan ini, para pelaku usaha didorong untuk langsung melakukan langkah konkret, mengenali kekuatan masing-masing, dan mengeksekusi peluang kolaborasi riil demi kemandirian ekonomi umat.