Hubungan bilateral antara Jawa Tengah dan Iran memasuki babak baru dengan dijajakinya kemitraan strategis di berbagai sektor produktif. Langkah ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui transfer teknologi canggih dan peningkatan nilai investasi asing. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan resmi antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Semarang.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembentukan hubungan kerja sama kembar (sister city) antara Kota Semarang dengan Kota Yazd di Iran, serta penjajakan kemitraan provinsi kembar (sister province). Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa Iran memiliki keunggulan teknologi yang sangat potensial untuk diadopsi di Jawa Tengah, khususnya pada sektor peternakan dan pertanian modern.
Sebagai contoh nyata, teknologi peternakan sapi perah di Iran mampu menghasilkan susu hingga 30 liter per hari untuk setiap ekor sapi, jauh melampaui produktivitas peternak lokal Jawa Tengah yang saat ini baru berkisar antara 10 hingga 15 liter. Selain itu, pemanfaatan pesawat tanpa awak (drone) untuk efisiensi pertanian dan inovasi di bidang kedokteran juga menjadi fokus transfer pengetahuan yang ingin diwujudkan oleh pemerintah daerah.
Hubungan dagang antara kedua belah pihak sebenarnya telah berjalan positif. Pada tahun 2025, Jawa Tengah mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan nilai ekspor nonmigas ke Iran mencapai 7,43 juta Dolar AS. Sementara di sektor investasi, kontribusi Iran pada periode 2022 hingga awal 2026 tercatat sebesar Rp612 juta, yang mayoritas terserap di sektor industri kerajinan ukir kayu di Kabupaten Jepara.
Guna menarik minat lebih besar, Jawa Tengah menawarkan sejumlah proyek strategis ramah lingkungan, seperti konversi sampah menjadi energi, rumah sakit ramah lingkungan (green hospital), pengelolaan perikanan terpadu, hingga industri garam. Kesamaan latar belakang budaya dengan mayoritas penduduk Jawa Tengah yang beragama Islam dinilai menjadi modal sosial kuat untuk mempererat kemitraan strategis ini ke depan.