PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali melakukan langkah ekspansi strategis dengan merambah sektor otomotif dan rantai nilai mobilitas. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan jual beli saham dan aset bersyarat (SAPA) untuk mengakuisisi Cycle & Carriage (C&C), distributor serta peritel kendaraan terkemuka yang berbasis di Singapura dan Malaysia.
Menurut riset dari Maybank Sekuritas Indonesia, manuver teranyar ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang perseroan. Melalui langkah ini, TPIA berupaya mengurangi ketergantungan pada lini bisnis petrokimia dan energi yang kinerjanya cenderung fluktuatif mengikuti siklus komoditas global.
Transaksi akuisisi C&C ini bernilai SGD 265 juta atau sekitar US$ 207 juta. Skema kesepakatan dinilai sangat berhati-hati karena TPIA tidak mengambil alih pinjaman non-tunai intragrup senilai SGD 333 juta. Dengan valuasi akuisisi sekitar 0,7 kali nilai buku (P/B), transaksi ini berpotensi membukukan keuntungan satu kali (one-off gain) dari nilai goodwill negatif sekitar US$ 82 juta pada laporan keuangan kuartal III 2026. Di samping itu, kapasitas kas internal TPIA yang mencapai US$ 2,9 miliar dinilai lebih dari cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut.
Ke depan, masuknya C&C diproyeksikan menciptakan sinergi operasional yang kuat dengan jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel Esso yang telah diakuisisi TPIA sebelumnya. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui program pemasaran silang, penjualan pelumas, layanan suku cadang, hingga pemanfaatan data pelanggan. Terlebih lagi, C&C memiliki posisi tawar yang kokoh di segmen kendaraan listrik (EV) serta pasar mobil bekas yang mapan di Singapura.
Atas dasar prospek pertumbuhan dan ketahanan kinerja yang semakin solid tersebut, Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TPIA dengan target harga Rp 2.600 per saham. Emiten ini diproyeksikan mampu mencetak laba bersih hingga US$ 752 juta dengan total pendapatan menembus US$ 12,65 bahari pada akhir tahun 2026.