Peringatan hari suci Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang di Bali menjadi momentum penting bagi Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Melalui program kolaboratif bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Provinsi Bali menggelar gerakan berbagi makanan gratis secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.

Salah satu titik peninjauan langsung oleh Gubernur Koster berlangsung di Warung Nasi Pindang Dadong Rintin yang berlokasi di Desa Sakah, Kabupaten Gianyar. Tempat kuliner legendaris tersebut tampak dipadati warga yang antusias menikmati hidangan lokal secara cuma-cuma sebagai bagian dari kampanye kebersamaan ini.

Dalam kunjungannya, Wayan Koster menegaskan bahwa esensi Tumpek Krulut harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh masyarakat luas, bukan sekadar perayaan seremonial. Ia berharap gerakan serupa dapat diadopsi oleh pemerintah kabupaten dan kota secara berkelanjutan demi menumbuhkan budaya saling membantu di tengah masyarakat Bali.

Wayan Suarsa, pengelola generasi kedua Warung Nasi Pindang Dadong Rintin yang telah berdiri sejak tahun 1960, mengapresiasi tinggi inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini memberikan dampak ganda yang positif, yakni meringankan beban konsumsi masyarakat sekaligus menjadi media promosi efektif bagi kuliner tradisional Bali agar semakin dikenal luas.

Respons positif juga datang dari pengunjung, salah satunya Retno Lestari asal Denpasar Utara yang turut menikmati hidangan gratis tersebut. Ia menilai langkah nyata yang diinisiasi pemerintah ini mencerminkan wujud kepedulian konkret seorang pemimpin terhadap kesejahteraan rakyat kecil sekaligus menyokong keberlangsungan usaha lokal.