Lanskap dunia kerja global tengah mengalami pergeseran fundamental seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan tuntutan keberlanjutan bisnis. Saat ini, kepintaran teknis saja tidak lagi cukup; industri kini lebih memprioritaskan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas ilmu, serta kapasitas melahirkan solusi yang berdampak sosial secara nyata.
Fenomena ini mengemuka dalam diskusi panel bertajuk "Beyond Profit: Creating Impactful Innovation" yang diselenggarakan oleh Permata Bank di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Jakarta. Forum yang merupakan bagian dari inisiatif Road to Permata INSPIRE ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan sektor perbankan untuk mendiskusikan orientasi baru kesuksesan bisnis masa depan yang tidak lagi sekadar mengejar profitabilitas semata, melainkan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Profesor dari School of Business and Social Innovation Unika Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyelaraskan kurikulum dengan dinamika pasar kerja yang adaptif. Menurutnya, mahasiswa wajib dibekali dengan kemampuan memecahkan masalah berbasis solusi, kepedulian terhadap isu keberlanjutan, serta integritas tinggi agar mampu menciptakan keunggulan bersaing yang beretika di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi & Pengembangan Korporasi PT Fore Kopi Indonesia Tbk, M. Fahmi Rachmattulah, menyoroti bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan manusialah yang menjadi keunggulan pembeda di tengah gelombang otomatisasi. Fahmi membagikan tiga formula penting bagi inovasi berkelanjutan: memprioritaskan masalah nyata di masyarakat, menyelaraskan keuntungan dengan dampak sosial, serta menempatkan investasi pada pengembangan SDM di atas sistem teknologi.
Sementara itu, Division Head Corporate Relation & CSER Permata Bank, Melinda Hoesain, menegaskan pentingnya mempererat jembatan komunikasi antara institusi pendidikan tinggi dan pelaku industri melalui ruang dialog langsung. Program Road to Permata INSPIRE, yang sebelumnya juga digelar di Universitas Multimedia Nusantara, diharapkan dapat terus memicu kolaborasi inklusif demi melahirkan calon tenaga kerja yang siap menjadi agen perubahan di masa depan.