Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persija Jakarta dan Arema FC berlangsung sengit sejak menit awal. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8/2026) sore WIB, kedua tim terpaksa bermain sama kuat dengan skor 1-1 hingga turun minum.
Dalam laga ini, pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memutuskan untuk melakukan rotasi strategis. Sang juru taktik memadukan talenta muda dengan pemain senior di susunan pemain utama, sementara nama-nama asing seperti Stjepan Loncar dan Kerim Memija mengawali laga dari bangku cadangan.
Strategi ofensif langsung diterapkan oleh skuad Macan Kemayoran sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya, Witan Sulaeman berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit. Winger lincah tersebut sukses mengonversi umpan silang akurat kiriman Fajar Faturrahman dari sektor kanan dengan tembakan keras yang gagal dihalau kiper Arema FC.
Tertinggal satu gol, Singo Edan perlahan bangkit dan memberikan tekanan balasan. Setelah beberapa upaya melalui Gustavo Franca dan serangan balik cepat sempat dimentahkan pertahanan Persija, Arema FC akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-28. Berawal dari kemelut di area penalti akibat situasi bola mati yang dilepaskan Gustavo Franca, Salim Tuharea dengan jeli menyontek bola untuk memperdaya penjaga gawang Hafizh Rizianur.
Arema FC sebenarnya sempat membalikkan keadaan pada menit ke-40 melalui sontekan Marcus Vinicius. Namun, setelah melakukan peninjauan lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena Salim Tuharea terbukti melakukan pelanggaran handball dalam proses terjadinya gol. Hingga wasit meniup peluit tanda akhir babak pertama, papan skor tetap menunjukkan angka 1-1.