Kesuksesan pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, di kancah Liga Voli Korea Selatan (V-League) tidak lepas dari peran vital orang-orang di balik layar. Selain kerja keras di lapangan, kelancaran komunikasi taktis dari jajaran pelatih menjadi faktor krusial yang menentukan performa atlet asal Jember tersebut. Di sinilah peran penting para penerjemah yang silih berganti mendampingi Megawati selama berkarier di Negeri Ginseng.

Sejak memulai debutnya di Korea Selatan, Megawati tercatat telah didampingi oleh tiga penerjemah berbeda. Mereka adalah Kim Yoon-sol, Lee So-jeong, dan Yoo So-yeon. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi penyambung lidah dalam menyampaikan instruksi strategi permainan, tetapi juga membantu sang atlet beradaptasi dengan budaya setempat agar terhindar dari kendala bahasa.

Penerjemah pertama yang mendampingi Megawati pada musim perdana bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks (2023/2024) adalah Kim Yoon-sol, yang akrab disapa Solmangat oleh penggemar Indonesia. Alumnus jurusan Bahasa Indonesia di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) ini memiliki kedekatan emosional yang erat dengan Megawati. Selain menerjemahkan instruksi pelatih, Solmangat juga bertindak sebagai teman dekat dan mentor budaya yang membantu proses adaptasi awal Megawati berjalan mulus.

Memasuki musim kedua (2024/2025) di Red Sparks, peran penyambung komunikasi Megawati beralih ke Lee So-jeong. Selain itu, terdapat pula sosok Yoo So-yeon yang kini turut mengawal komunikasi sang pemain. Dedikasi para penerjemah ini memastikan setiap pesan dari tim kepelatihan dapat tersampaikan secara akurat tanpa distorsi demi menjaga performa apik Megawati di lapangan.